Wednesday, May 10, 2006

RESIKO PERSALINAN CAESAR


Jaman dahulu kala, persalinan hampir selalu mengenal kata "normal", dalam arti bayi keluar melalui "jalan lahir" atau vagina. Seorang kerabat pernah bercerita, ketika melahirkan anaknya yang sungsang, oleh bidan perutnya "dipijat sedemikian rupa" supaya posisi kepala bayi mengarah ke vagina. Walhasil rasanya pasti sakit luar biasa, karena pada saat itu bayinya sudah menendang-nendang, dan tangan bidan menekan sebegitu kerasnya untuk bisa memutar posisi bayi.
Saya sendiri merupakan produk "caesar". Pada saat itu (akhir dekade 70an), caesar adalah jalan akhir yang baru diambil ketika proses kelahiran normal tidak mungkin dilakukan. Posisi saya sewaktu di perut ibu waktu itu sungsang 180derajat, artinya posisinya benar-benar terbalik dari yang semestinya (membujur, bukan melintang). Sebelum keluar keputusan caesar dari dokter, dokter tetap mengusahakan proses kelahiran secara normal. namun setelah dipastikan tidak mungkin, barulah dokter minta persetujuan dari ayah untuk melakukan operasi caesar. Walhasil saat itu saya lahir telat sekitar 4 jam, sehingga saya keluar dalam keadaan biru dan keracunan air ketuban. Namun mulai akhir dekade 90an sampai dengan saat ini, melahirkan dengan cara caesar seakan-akan menjadi trend dan mode. Para calon ibu berbondong-bondong mem-booking rumah sakit untuk melakukan proses kelahiran dengan cara caesar, seperti halnya mem-booking hotel. Operasi caesar pun banyak yang dilakukan tanpa anjuran medis sama sekali. Alasan yang diberikan umumnya agar bisa memilih tanggal lahir seperti yang diinginkan (misalnya, pada pergantian millenium), juga untuk alasan praktis seperti sang ibu tidak perlu tersiksa harus mengejan, selain itu rasa nyeri yang ditimbulkan saat proses kelahiran juga tidak separah melahirkan normal karena sang ibu mengalami bius, baik lokal maupun total. Tak heran, angka kelahiran caesar di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.Banyaknya calon ibu yang minta di-caesar tanpa rekomendasi medis, diduga karena kurangnya informasi tentang hal itu. Padahal, resiko operasi itu banyak dan serius, sehingga jauh lebih berbahaya dibanding persalinan normal. Dan yang harus memikul resiko itu bukan cuma sang ibu, tapi juga bayi. WHO sendiri mengatakan bahwa seharusnya operasi caesar hanya digunakan untuk menangani 10-15% persalinan.Dalam kesempatan ini, mediasehat akan membantu para calon ibu untuk mengetahui seluk beluk resiko kelahiran secara caesar, baik pada ibu, maupun pada bayi.RESIKO PADA IBU Resiko Jangka Pendek
1. Infeksi pada Bekas Jahitan
Infeksi luka akibat persalinan caesar beda dengan luka persalinan normal. Luka persalinan normal sedikit dan mudah terlihat, sedangkan luka operasi caesar lebih besar dan berlapis-lapis. Untuk diketahui, ada sekitar 7 lapisan mulai dari kulit perut sampai dinding rahim, yang setelah operasi selesai, masing-masing lapisan dijahit tersendiri. Jadi bisa ada 3 sampai 5 lapis jahitan. Bila penyembuhan tidak sempurna, kuman akan lebih mudah menginfeksi sehingga luka menjadi lebih parah. Bukan tidak mungkin dilakukan penjahitan ulang.
2. Infeksi Rahim
Infeksi Rahim terjadi jika ibu sudah kena infeksi sebelumnya, misalnya mengalami pecah ketuban. Saat dilakukan operasi, rahim pun terinfeksi. Apalagi jika antibiotik yang digunakan dalam operasi tidak cukup kuat.
3. Keloid
Keloid atau jaringan parut muncul pada organ tertentu karena pertumbuhan berlebihan. sel-sel pembentuk organ tersebut. Ukuran sel meningkat dan terjadilah tonjolan jaringan parut. Perempuan yang punya kecenderungan keloid tiap mengalami luka niscaya mengalami keloid pada sayatan bekas operasinya.
4. Cedera Pembuluh Darah
Pisau atau gunting yang dipakai dalam operasi beresiko mencederai pembuluh darah. Misalnya tersayat. Kadang cedera terjadi pada penguraian pembuluh darah yang lengket. Ini adalah salah satu sebab mengapa darah yang keluar pada persalinan caesar lebih banyak dibandingkan persalinan normal.
5. Cedera pada Kandung Kemih
Kandung kemih letaknya melekat pada dinding rahim. Saat operasi caesar dilakukan, organ ini bisa saja terpotong. Perlu dilakukan operasi lanjutan untuk memperbaiki kandung kemih yang cedera tersebut.
6. Perdarahan
Perdarahan tak bisa dihindari dalam proses persalinan. Namun, darah yang hilang lewat operasi caesar dua kali lipat dibandingkan lewat persalinan normal.
7. Air Ketuban Masuk ke Pembuluh Darah
Selama operasi caesar berlangsung, pembuluh darah terbuka. Ini memungkinkan komplikasi berupa masuknya air ketuban ke dalam pembuluh darah (embolus). Bila embolus mencapai paru-paru, terjadilah apa yang disebut pulmonary embolism. Jantung dan pernapasan ibu bisa terhenti secara tiba-tiba. Terjadilah kematian mendadak.
8. Pembekuan Darah
Pembekuan darah bisa terjadi pada urat darah halus di bagian kaki atau organ panggul. Jika bekuan ini mengalir ke paru-paru, terjadilah embolus.
9. Kematian Saat Persalinan
Beberapa penelitian menunjukkan, angka kematian ibu pada operasi caesar lebih tinggi dibanding persalinan normal. Kematian umumnya disebabkan kesalahan pembiusan, atau perdarahan yang tak ditangani secara cepat.
10. Kelumpuhan Kandung Kemih
Usai operasi caesar, ada kemungkinan ibu tidak bisa buang air kecil karna kandung kemihnya kehilangan daya gerak (lumpuh). Ini terjadi karena saat proses pembedahan berlangsung, kandung kemih terpotong.
11. Hematoma
Hematoma adalah perdarahan dalam rongga tertentu. Jika ini terjadi, selaput di samping rahim akan membesar membentuk kantung akibat pengumpulan darah yang terus menerus. Akibatnya fatal, yaitu kematian ibu. Sebenarnya, kasus ini juga bisa terjadi pada persalinan normal. Tapi mengingat resiko perdarahan pada operasi caesar lebih tinggi, resiko hematoma pun lebih besar.
12. Usus Terpilin
Operasi caesar mengakibatkan gerak peristaltik usus tak bagus. Kemungkinan karena penangananan yang salah akibat manipulasi usus, atau perlengketan usus saat mengembalikannya ke posisi semula. Rasanya sakit sekali dan harus dilakukan operasi ulang.
13.Keracunan Darah
Keracunan darah pada operasi caesar dapat terjadi karena sebelumnya ibu sudah mengalami infeksi. Ibu yang di awal kehamilan mengalami infeksi rahim bagian bawah, berarti air ketubannya sudah mengandung kuman. Jika ketuban pecah dan didiamkan, kuman akan aktif sehingga vagina berbau busuk karena bernanah. Selanjutnya, kuman masuk ke pembuluh darah ketika operasi berlangsung, dan menyebar ke seluruh tubuh. Keracunan darah yang berat menyebabkan kematian ibu.
Resiko Jangka Panjang
14. Masalah Psikologis
Berdasarkan penelitian, perempuan yang mengalami operasi caesar punya perasaan negatif usai menjalaninya (tanpa memperhatikan kepuasan atas hasil operasi). Depresi pasca persalinan juga merupakan masalah yang sering muncul. Beberapa mengalami reaksi stres pascatrauma berupa mimpi buruk, kilas balik, atau ketakutan luar biasa terhadap kehamilan. Masalah psikologis ini lama-lama akan mengganggu kehidupan rumah tangga atau menyulitkan pendekatan terhadap bayi. Hal ini bisa muncul jika ibu tak siap menghadapi operasi.
15. Pelekatan Organ Bagian Dalam
Penyebab pelekatan organ bagian dalam pascaoperasi caesar adalah tak bersihnya lapisan permukaan dari noda darah. Terjadilah pelengketan yang menyebabkan rasa sakit pada panggul, masalah pada usus besar, serta nyeri saat melakukan hubungan seksual. Jika kelak dilakukan operasi caesar lagi, pelekatan bisa menimbulkan kesulitan teknis hingga melukai organ lain, seperti kandung kemih atau usus.
16. Pembatasan Kehamilan
Dulu, perempuan yang pernah menjalani operasi caesar hanya boleh melahirkan tiga kali. Kini, dengan teknik operasi yang lebih baik, ibu memang boleh melahirkan lebih dari itu, bahkan sampai lima kali. Tapi resiko dan komplikasinya makin berat.
Resiko Persalinan Selanjutnya
17. Sobeknya Jahitan Rahim
Ada tujuh lapis jahitan yang dibuat saat operasi caesar. yaitu jahitan pada kulit, lapisan lemak, sarung otot, otot perut, lapisan dalam perut, lapisan luar rahim, dan rahim. Jahitan rahim ini bisa sobek pada persalinan berikutnya. Makin sering menjalani operasi caesar, makin tinggi resiko terjadinya sobekan.
18. Pengerasan Plasenta
Plasenta bisa tumbuh ke dalam melewati dinding rahim, sehingga sulit dilepaskan. Bila plasenta sampai menempel terlalu dalam (sampai ke myometrium), harus dilakukan pengangkatan rahim karena plasenta mengeras. resikonya terjadi plasenta ini bisa meningkat karena operasi caesar.
19. Tersayat
Ada dua pendapat soal kemungkinan tersayatnya bayi saat operasi caesar. Pertama, habisnya air ketuban yang membuat volume ruang di dalam rahim menyusut. Akibatnya, ruang gerak bayi pun berkurang dan lebih mudah terjangkau pisau bedah. kedua, pembedahan lapisan perut selapis demi selapis yang mengalirkan darah terus menerus. Semburan darah membuat janin sulit terlihat. Jika pembedahan dilakukan hati-hati, bayi bisa tersayat di bagian kepala atau bokong. Terlebih, dinding rahim sangat tipis.
20. Masalah Pernapasan
Bayi yang lahir lewat operasi caesar cenderung mempunyai masalah pernapasan yaitu napas cepat dan tak teratur. Ini terjadi karena bayi tak mengalami tekanan saat lahir seperti bayi yang lahir alami sehingga cairan paru-parunya tak bisa keluar. Masalah pernapasan ini akan berlanjut hingga beberapa hari setelah lahir.
21. Angka APGAR Rendah
Angka Apgar adalah angka yang mencerminkan kondisi umum bayi pada menit pertama dan menit ke lima. Rendahnya angka Apgar merupakan efek anestesi dan operasi caesar, kondisi bayi yang stres menjelang lahir, atau bayi tak distimulsai sebagaimana bayi yang lahir lewat persalinan normal. Berdasarkan penelitian, bayi yang lahir lewat operasi caesar butuh perawatan lanjutan dan alat bantu pernapasan yang lebih tinggi dibandingkan bayi lahir normal.


Sumber :
1. Majalah Parents Guide, Vol. No. 7, April 2003
2. Photos courtesy of http://www.thedanverzone.com/ryans-birth-photos.html
Sumber :
1. Majalah Parents Guide, Vol. No. 7, April 2003
2. Photos courtesy of http://www.thedanverzone.com/ryans-birth-photos.html

Friday, May 05, 2006

Pesan Alam Merapi


Fenomena Merapi semakin hari semakin kita dengar, kita liat dan kita baca. " Aktivitas gunung Merapi mulai menunjukkan perkembangan signifikan yang ditandai dengan terjadinya guguran lava pijar. Laporan petugas di pos pengamatan Kaliurang menyebutkan, luncuran lava pijar tersebut ke arah pelataran Gendol (sisi tenggara puncak Merapi), Kamis (4/5) mulai pukul 02.00 WIB. Selain itu juga terlihat titik api diam di puncak Merapi yang terlihat dari Deles Klaten pada pukul 04.15 WIB. .dst.... demikian yg saya baca di sebuah koran online http://222.124.164.132/article.php?sid=53189.
Tatkala kita mengamati alam (al khaun), manusia (al insan) dan kehidupan (al hayah), semua terlihat jelas bahwa semua itu adalah serba terbatas, lemah, bergantung pada yang lain. Manusia yang kadang merasa dirinya "lebih", tidak akan berati apa-apa tatkala alam (al khaun) melalaui aktivitasnya , misal Merapi dengan tiba-tiba "memandikan" kita dengan lelehan lava pijarnya. Apa jadi nya kita saat itu ?
Lihatlah gambar di samping ini. Bayangkan apa jadinya kalau kita berada di situ, kemudia lava tersebut mendekati kaki-kaki kita ? Bukankah kita tak berdaya, begitu lemah ? Apabila laca pijar tersebut mengenai kaki kita, kita terjatuh terjerembab karena merasakan panasnya. Kemudian kita tak bisa terbangun karena lelehan lava pijar tersebut telah melelehkan seluruh bagian tubuh kita. Kaki, tangan, perut, kepala, organ-organ kita? Apa yang terjadi pada dirikita saat itu? Wallahu'alam.
Itu barulah panas api dunia, yg ketika magma itu belum keluar suhunya "barulah" 1000 derajat Celcius, kemudian suhu di permuakaan "barulah" 800-900 derajat Celcius, kemudia ketika lava itu meleleh suhunya "tinggal" 400 derajat Celcius. Air mendidih suhunya baru 100 derajat Celcius. Ketika kita tersiram air mendidih, kulit kita sudah begitu mudahnya terkelupas dan lukanya tersa begitu panas dan sakit. Lalu berapakah suhu panas api di akherat ? Apa jadinya ketika panas api akherat memanggang para penghuni neraka? Padahal, tatkala di padang masyar, panasnya akan membuat manusia saat itu tenggelam oleh keringatnya sendiri, hingga telinga mereka.
Sudahkan kita berbekal diri? Sudahkan kita memohon ampun kepasa Allah? Berapa kali kita memohon ampun dalam sehari semalam? Taukah, bahwa Rosulullah memohon ampun kepada Allah 70 kali dalam sehari semalam, itu berarti beliau memohon ampun setidaknya 20 menit sekali? Bagaimana dengan kita yang banyak dosanya? Dapatkah kita mengambil fenomena alam merapi ini, menjadi bahan pelajaran kita untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi mati? Menghadapi hari penghisaban? Menangislah....kalau memang perlu menangis...mohonlah ampunan Allah
Bersegeralah kepada ampunan Allah..dengan senantiasa menjalankan perintahNya dan meninggalkan laranganNya...kembalilah kepada jalan Allah yang lurus...yaitu Dienul Islam...
Tinggalkan aturan2 kufur butaan manusia...kembalilah kepada aturan Al Kholiq Al Mudabbir..
Marilah bersama ini kita renungkan bahwa alam adalah sebuah tanda keagunganNya, alam senantiasa mengingatkan kita...untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah...Ingatlah bahwa....
Dalam Alqur'an dinyatakan bahwa orang yang tidak beriman adalah mereka yang tidak mengenali atau tidak menaruh kepedulian akan ayat atau tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah di alam semesta ciptaan-Nya.
Sebaliknya, ciri menonjol pada orang yang beriman adalah kemampuan memahami tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan sang Pencipta tersebut. Ia mengetahui bahwa semua ini diciptakan tidak dengan sia-sia, dan ia mampu memahami kekuasaan dan kesempurnaan ciptaan Allah di segala penjuru manapun. Pemahaman ini pada akhirnya menghantarkannya pada penyerahan diri, ketundukan dan rasa takut kepada-Nya. Ia adalah termasuk golongan yang berakal, yaitu
"…orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Aali 'Imraan, 3:190-191)

Sunday, April 30, 2006

Mengapa Wanita Mudah Menangis?


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti....". Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas". Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?" Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa. Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak. Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi. Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan". Diambil dari sumbernya : http://www.islamuda.com/?imud=rubrik&menu=baca&kategori=7&id=298

Ibuku, Tangguh !


Pernah suatu sore, ibu pulang dengan tapak kaki berdarah. Tertusuk kerikil, terangnya. Setelah perjalanan panjang yang melelahkan semenjak pagi, wanita yang kasihnya tak terbilang nilai itu mengakhirinya dengan sedikit ringisan, “Tidak apa, cuma luka kecil kok,” tenang ibu. Padahal, baru dua hari lalu beberapa orang warga yang tak satu pun saya mengenalnya membopong ibu dalam keadaan pingsan. Ternyata ibu kelelahan hingga tak kuat lagi berjalan. Bermil-mil ia mengetuk pintu ke pintu rumah orang yang tak dikenalnya untuk menawarkan jasa mengajar baca tulis Al Qur’an bagi penghuni rumah. Tak jarang suara hampa yang ia dapatkan dari dalam rumah, sesekali penolakan, dan tak terbilang kata, “Maaf, kami belum butuh guru mengaji.” Tapi ibu tetap tersenyum. Sejak perceraiannya dengan ayahku, ibu yang menanggung semua nafkah lima anaknya. Pagi ia berjualan nasi dan ketupat bermodalkan sedikit keterampilan memasak yang ia peroleh selagi muda dulu. Menjelang siang ia memulai menyusuri jalan yang hingga kini takkan pernah bisa ku ukur, menawarkan jasa dan keahliannya mengajar baca tulis Al Qur’an. Selepas isya’ kami ke lima anaknya menunggu setia kepulangan ibu di pinggir jalan. Sempat saya bertanya dalam hati, lelahkah ia? Biasanya kami berebut untuk menjadi tukang pijat ibu, saya di kepala, abang di kaki, sementara kedua tangan ibu dikeroyok adik-adik. Kecuali si cantik bungsu, usianya kurang dari empat tahun kala itu. Bukannya ibu yang tertidur pulas, justru kami yang terlelap satu persatu terbuai indahnya nasihat lewat tutur cerita ibu. Tengah malam saya terbangun, melihat ibu masih duduk bersimpuh di sajadahnya. Ia menangis sambil menyebut nama kami satu persatu agar Allah membimbing dan menjaga kami hingga menjadi orang yang senantiasa membuat ibu tersenyum bangga pernah melahirkannya. Saya ternganga sekejap untuk kemudian terlelap kembali hingga menjelang subuh ia membangunkan kami. Selepas subuh, wanita yang ketulusannya hanya mampu dibalas oleh Allah itu meneruskan pekerjaanya menyiapkan dagangan. Sementara kami membantu ala kadarnya. Tak pernah saya melihat ia mengeluh meski teramat sudah peluhnya. Satu tanyaku kala itu, kapan ia terlelap? Pagi hari di sela kesibukannya melayani pembeli, ia juga harus menyiapkan pakaian anak-anak untuk ke sekolah. Sabar ia meladeni teriakan silih berganti dari kami yang minta pelayanannya. Wanita yang namanya diagungkan Rasulullah itu, tak pernah marah atau kesal. Sebaliknya dengan segenap cinta yang dimilikinya ia berujar, “abang sudah besar, bantu ibu ya.” Ingin sekali kutanyakan, pernahkah ia berkesah? *** Kini, setelah berpuluh tahun ia lakukan semua itu, setelah jutaan mil jalan yang ia susuri, bertampuk-tampuk doa dan selaut tangisnya di hadapan Allah, saya tak pernah, dan takkan pernah bertanya apakah ia begitu lelah. Karena saya teramat tahu, Ibuku tangguh.

Friday, April 28, 2006

Saya Adalah Ibu Rumah Tangga


Untuk rencana hari ini, dalam buku agenda tertulis: Membuat purchase order, meeting supplier, incoming inspection... Dan beberapa jadwal lainnya. Bukan, saya bukan karyawati kantoran. Saya hanya seorang isteri dengan profesi ibu rumah tangga. Rencana yang saya buat di atas pun sesungguhnya adalah agenda biasa berupa jadwal harian rumah tangga. Saya ibaratkan membuat daftar belanja kebutuhan sehari-hari dengan membuat purchase order; acara pergi ke pasar, supermarket, ataupun toserba saya istilahkan dengan meeting supplier; sedangkan incoming inspection adalah istilah untuk rapi-rapi rumah. Semua saya lakukan dengan tujuan agar lebih semangat dalam menjalani pekerjaan rumah.
Ibu rumah tangga adalah profesi yang saya geluti semenjak berhenti kerja dari sebuah perusahaan. Saya menyebutnya profesi karena memang pekerjaan rumah tangga membutuhkan profesionalisme berupa keahlian, pengetahuan dan keterampilan sama dengan pekerjaan kantor lainnya. Jika di perusahaan saya hanya kebagian tugas mengurusi satu bagian yaitu general affair saja, ternyata di rumah tugas saya tidak hanya mentok di satu bagian. Di sini saya wajib berperan multiguna sebagai direktur, manajer, sekretaris sekaligus pekerja, yang tidak hanya bisa memahami, tapi juga harus bisa menguasai semua bagian. Yang semuannya nanti harus dilaporkan pada presiden direktur yaitu suami juga pada bagian komisaris tertinggi yaitu Allah swt.
Pertama kali berhenti bekerja dan menjalani perkerjaan sebagai ibu rumah tangga, sepertinya ada perasaan tidak betah dan malu untuk mengakui. Mengingat selama ini dalam benak saya telah terpatri pikiran bahwa menjadi wanita karir lebih baik dibandingkan ibu rumah tangga. Ternyata, setelah benar-benar terjun fulltime menjalani pekerjaan rumah tangga, pikiran saya berubah total. Pekerjaan yang semula saya anggap remeh ini ternyata tidak sesederhana seperti dalam bayangan saat menjalaninya.
Ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak hanya membutuhkan perangkat kasar berupa tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya yang diperlukan untuk mencuci, menyetrika, bebenah rumah. Tetapi dibutuhkan pula perangkat lunak berupa kelihaian sang otak dalam mengatur keuangan, mengolah makanan, meredam emosi yang ada serta beberapa perangkat lunak lainnya yang berhubungan dengan naluri keibuan berupa kelembutan, kesabaran untuk mengayomi rumah tangga.
Terkadang ibu rumah tangga pun harus siap menjadi bodyguard yang dapat mendeteksi keadaan rumah tangga agar selalu adem, ayem, tentrem. Ditambah dengan waktu kerja yang harus siap sedia selama 24 jam, seorang ibu rumah tangga memerlukan ketahanan jiwa dan fisik yang kuat.
Jika dalam perusahaan saya bisa mengambil cuti untuk beristirahat, tetapi tidak begitu dalam profesi ibu rumah tangga. Profesi ini merupakan komitmen saya. Tidak bisa begitu saja ditinggalkan dengan alasan cuti, mengundurkan diri atau meminta pensiun dini karena cape ataupun tidak cocok dengan perkerjaan. Di sinilah karir saya ditempa. Saya adalah fasilator bagi berjalannya managemen rumah tangga. Semua harus terus dijalani dengan ikhlas dan ridha untuk mendapat `gaji` berupa palaha tak terhingga dari Allah swt. Juga `bonus` berupa surga jika patuh pada suami. Insya Allah.
Menjadi ibu rumah tangga pun ternyata tidak menghambat potensi saya. Justru dengan memilih profesi ini, saya memiliki waktu yang lebih fleksible dalam mengembangakan potensi untuk meraih prestasi. Di antaranya saya di antara waktu luang yang ada, juga dapat mengembangkan hobi menulis. Siapa yang menyangka jika setelah menjadi ibu rumah tangga, saya justru diamanahi menjadi ketua di salah satu forum kepenulisan.
Saya bercermin dari ummahatul mukminin di antaranya Siti Khadijah ra., seorang ibu rumah tangga yang dapat berperan besar terhadap kesuksesan sang suami Rasulullah saw. Meski tak menonjolkan diri, tetapi daya dukungannya begitu kuat. Begitupula dengan puteri tercinta Rasulullah saw yaitu Fatimah ra., yang tangannya selalu membekas karena sering menumbuk, pundaknya pun membekas karena sering menjinjing air dengan kendi, bajunya selalu berdebu karena sering menyapu.
Hingga pernah Rasulullah saw berkata pada Fatimah ra. untuk menghiburnya, "Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah swt. menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah swt. akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Perempuan mana yang menghamparkan tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), Teruskanlah amalmu maka Allah swt telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang."
Betapa saya menemukan keagungan dalam pekerjaan ini. Sebuah profesi yang tidak bisa digantikan oleh siapapun selain saya sendiri - ibu rumah tangga. Tidak salah jika kini, saya begitu bangga dengan profesi ini. Jika ada yang bertanya apa pekerjaan anda? Tanpa ragu lagi akan keluar jawaban, "Saya adalah ibu rumah tangga."

Monday, February 06, 2006

Cinta Seekor Cicak......

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor cicak terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah surat. Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek surat itu, ternyata surat tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun. Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikit pun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang itu lalu berpikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada surat itu! Bagaimana dia makan? Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu. Apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Kemudian, tidak tahu dari mana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di mulutnya.... AHHHH! Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak lain yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta, cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor cicak itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan. JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG ANDA KASIHI!

Berkat Sahabat

Ini kisah persahabatan dua anak manusia. Yang seorang adalah putra presiden, yang lain pemuda rakyat jelatabernama Pono. Persahabatan ini sudah terjalin sejak mereka masih di bangku sekolah. Pono punya kebiasaan yang kadangmenjengkelkan. Apa pun peristiwa yang terjadi selalu dianggap positif. "Itu Baik!" katanya senantiasa. Hari itu seperti yang sering mereka lakukan, Ponomenemani sahabatnya berburu. Tugasnya membawa senapandan mengisi peluru agar selalu siap digunakan. Entahkenapa, barangkali belum terkunci secara sempurna,setelah diserahkan kepada sahabatnya senapan itumeletus. Akibatnya cukup fatal. Ibu jari putrapresiden terkena terjangan peluru dan putus. Melihatitu tanpa sadar dengan kalemnya Pono berkomentar. "ItuBaik!" Kontan sahabatnya naik pitam. "Bagaimana Kauini! Jempolku putus tertembak, malah dibilang Baik.Brengsek!" Agaknya, kali ini kelakuan Pono taktermaafkan. Ia dijebloskan ke penjara. Beberapa bulan kemudian, sang putra presiden kembalipergi berburu ke Afrika. Malang, ia tersesat di hutanlebat dan ditangkap suku primitif yang masih kanibal.Malam harinya, dalam keadaan terikat ia akan dibakaruntuk disantap ramai-ramai. Anehnya, mendadak iadibebaskan. Belakangan ketahuan, suku tersebut pantangmemangsa makhluk yang organ tubuhnya tidak lengkap. Nasib baik itu membuat sang putra presiden termenung.Ia teringat kembali peristiwa ketika jempolnya putustertembak lantaran ulah Pono. Ia kemudian menemui Ponodi penjara. "Ternyata Kau benar. Ada baiknya jempolku tertembak,"katanya sambil menceritakan peristiwa yang baru sajadialaminya di Afrika. "Aku menyesal telahmemenjarakanmu." "Oh, tidak! Bagiku, ini Baik!" "Bagaimana kau ini? Memenjarakan teman kau bilangbaik?" "Kalau aku tidak dipenjara, pasti saat itu akubersamamu." Kisah satir ini mengingatkan pada pernyataan RandolphBourne, intelektual Amerika yang juga anak didik JohnDewey. Katanya, seorang teman itu memang dipilih untukkita berdasarkan hukum perasaan yang tersembunyi,bukan oleh kehendak sadar kita si manusia. *

Thursday, February 02, 2006

Menekan Resiko Kanker

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Semboyan ini akan terasa sangat berarti apabila berhubungan dengan penyakit kanker. Selain resiko sakit yang semakin parah sampai kematian, pengobatan penyakit kanker pun terkenal cukup mahal dan merepotkan. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita yang belum terkena kanker, terutama yang memiliki riwayat keluarga yang pernah menderita kanker, untuk lebih menjaga diri dari resiko terserang penyakit ini.Berikut ini kami kumpulkan tips sehat yang dapat mencegah dan menekan resiko terjadinya kanker :
1.
Memanggang jangan dibawah api yang baru menyala dan berasap. Jika memanggang, gunakan panggangan listrik, panggangan gas atau briket arang dengan tempat apinya di samping, supaya tidak ada lemak yang menetes pada bara api atau api yang tengah berpijar. Bila lemak menetes di atas bara, akan terbentuklah zat karsinogen PAC (Polisiklik Aromatis Carbon), dengan asap selanjutnya akan dapat terbawa pada bahan-bahan yang tengah dipanggang. Gunakan alas pemanggangan jika memanggang langsung pada api, sehingga tidak ada tetesan lemak yang jatuh pada bara atau api. Jika memanggang menggunakan arang atau briket, maka letakkan bahan yang hendak dipanggang setelah arang membara dengan baik. Biasanya proses pem"bara"an berlangsung 30 sampai 60 menit, ia akan menunjukkan bara yang sudah menyala merah dengan beberapa bagian telah menjadi abu putih.
2.
Hindari makanan yang dibakar atau dipanggang berlebihan, misalnya hingga menimbulkan kegosongan yang berlebihan. Lebih baik buanglah bagian yang sudah sangat gosong tersebut (sangat hitam).
3.
Hindari penggunaan berulang minyak atau margarin bekas menggoreng, terutama untuk produk-produk daging dan ikan.
4.
Hindari proses penggorengan dengan panas yang berlebihan.
5.
Semangkuk sereal dengan susu setiap hari dapat memberi asupan serat dan kalsium yang cukup untuk mencegah terjadinya kanker. Akan lebih baik lagi jika perolehan serat didapat dari buah-buahan segar dan sayuran, karena selain mengandung serat, umumnya buah-buahan dan sayuran mengandung vitamin dan mineral yang berguna bagi kesehatan tubuh. Buah tomat kaya akan zat likopen yang dapat mencegah terjadinya kanker. Ingat bahwa kondisi tubuh yang kurang baik juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker.
6.
Kurangi asupan lemak, jika Anda sudah masuk kategori 'gemuk', sebaiknya hindari sama sekali.
7.
Kurangi, dan sebaiknya hindari makanan yang diawetkan, diasapkan, diasamkan, dan makanan yang banyak mengandung zat tambahan makanan seperti pewarna buatan, perasa buatan dan pengawet.
8.
Hentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol!
9.
Hindari sinar matahari setelah pukul 9 pagi sampai pukul 2 siang untuk menghindari paparan sinar UV yang dapat meningkatkan resiko kanker kulit. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, jangan lupa gunakan tabir surya.
10.
Jika Anda harus melakukan pemeriksaan roentgen, usahakan tidak melakukan pemeriksaan kembali setidaknya setelah 6 bulan untuk memberi waktu sel-sel tubuh yang rusak akibat radiasi untuk memperbaiki dirinya. Paparan radiasi ionisasi pada sinar X dapat menjadi pencetus terjadinya kanker.
Dicopy tanpa editing dari sumbernya : http://www.mediasehat.com/tips06.php

Mengajak anak ke dokter

Awalnya Yahya tuh paling susah dibawa ke dokter.sampai-sampai kami mesti "meres otak"...ya cuman untuk sekedar "ngakal-akalin" sih...
Sedikit tips dari ibu-ibu yang lain....agar anak mau diajak ke dokter ..yang penting Anda sebagai orang tuanya pasti lebih tau alasa kenapa si kecil menolak pergi ke dokter...selamat membaca....

Kebetulan baru 3 bulan aku pindah dokter ke Cikal Sehat-sehat yang lokasinya bersebelahan dengan sekolahnya. Ruang tunggunya juga tidak seperti di RS. Aku & suami selalu menjelaskan bahwa nanti kita pergi ke sekolah. Di sana bisa baca buku, bisa main dan lain sebagainya. Ketika dipanggil ke ruang dokter, suami selalu menekankan kalau dokter itu adalah Pak Guru/Ibu Guru. Dokternya pun sudah tahu. Jadi kalau mau periksa, beliau selalu bilang, "Pak Guru periksa dulu ya. Habis itu main lagi." Sejauh ini sangat membantu. Kalau lewat Cikal, anakku malah ingin kesana lagi [wrm]Gara-gara pernah diinfus waktu umur 1,5 th, sampai umurnya 4 th anakku trauma sekali dengan RS dan dokter. Walaupun sudah pindah RS dari Pantai Indah Kapuk ke Medistra, tetap saja trauma. Dari mulai masuk ke lobby RS sampai ditimbang dan diukur tinggi badannya dia menangis terus, apalagi ketika masuk ruang dokter! Biarpun hanya diperiksa dan tidak disuntik. Tapi apa boleh buat, aku tetap 'paksa' dia ke dokter dan tidak pernah berbohong. Beberapa bulan yang lalu (umurnya 4 th lebih), aku ajak ke dokter, karena kulitnya bintil-bintil. Sungguh mengagetkan, dia mau masuk ke ruangan tanpa digendong dan langsung salaman, mau tiduran di ranjang, diperiksa dengan sukarela dan bahkan mau berbicara dengan dokternya. Padahal saat itu sekalian di imunisasi hepatitis A. Jadi aku rasa kita tinggal tunggu saja sampai trauma itu hilang. Tetapi jangan berbohong, karena akan menambah masalah baru. Nanti anak juga akan mengerti bahwa dokter bukan orang jahat [stel]Bisa latihan main dokter-dokteran. Ini yang aku terapkan ke anakku dan alhamdulillah berhasil. Memang tergantung dokternya juga, tapi jangan pernah berbohong. Jika memang akan disuntik, dari awal berangkat aku sudah kasih tahu kalau nanti akan disuntik. Ketika awal-awal dulu, biasanya aku kasih imbalan, misal: kalau nanti tidak nangis, akan diberi sesuatu [nad]Kalau aku, lebih baik anak-anak menangis daripada harus berbohong. Tapi setelah anak-anakku umur sekitar 2 tahun sudah tidak menangis lagi kalau dibawa ke dokter. Malahan, senang sekali kalau diajak ke sana. Sekarang lagi musim tusuk jarum dan jika mereka aku ajak ke sana, anakku yang paling besar ingin ikut-ikut tusuk jarum juga. Padahal yang ada masalah bronhitis justru anakku yang paling kecil yang setiap minggu dibawa untuk tusuk jarum [dian]Pada awalnya diajak ke dokter, tidak terpikir kalau anakku yang paling kecil takut sama dokter. Aku pikir dia tidak beda dengan kakaknya, yang tidak takut ke dokter (kalau disuntik hanya menangis sebentar, setelah itu sudah senyum lagi). Tapi ternyata aku salah, setiap ke dokter mau imunisasi ataupun tidak, setiap itu pula dia menangis menjerit-jerit. Baru lihat pintunya saja dia sudah mau menangis, apalagi lihat dokternya. Akhirnya aku beli mainan alat kedokteran, terus kita main dokter-dokteran. Pemerannya aku, anak-anakku dan adikku (bergantian). Untuk meja periksanya menggunakan meja setrika. Setiap pemeriksaan itu lengkap, ada suntik, ada obatnya dan ada uang-uangan buat bayar dokternya. Pada suatu saat harus pergi ke dokter karena anakku demam-diare, dia sudah tidak menangis lagi. Jadi menurutku jika anak memang harus ke dokter, tetap bilang ke mereka kalau mau ke dokter dan kalau mau disuntik juga tetap harus diberitahu sebelumnya [rhm]Anak keduaku tetap menangis diajak ke dokter walaupun sudah diajak main dokter-dokteran dan dibacain buku sesame street (golden book)Goes to Doctor, Mungkin karena trauma pernah dibawa ke dokter THT untuk diperiksa dan dibersihkan telinganya. Sejak itu jadi takut dengan dokter. Padahal kalau ikut mengantar kakak/adiknya untuk periksa atau imunisasi dia mau. Tapi kalau dia sendiri yang diperiksa tetap saja tidak mau [yen]Aku juga tidak pernah bohong kalau mau mengajak anak ke dokter. Soalnya dari kecil tidak pernah takut ke dokter. Yang terjadi, setiap sakit memaksa pergi ke dokter. Waktu anakku umur 3th pernah minta pergi ke dokter THT hanya gara-gara kemasukan air waktu berenang, padahal sampai di sana hanya dibersihkan saja. Bahkan waktu sakit gejala tipus harus bolak-balik diambil darahnya, dia cuma senyum-senyum saja. Aku pernah tanya sama suster kenapa kebanyakan anak takut sama dokter, RS dan disuntik? Katanya karena biasanya orang tuanya panik jadi secara psikologis si anak ikutan panik/takut [mp]

Friday, January 27, 2006

Assalamu'alaikum wrwb,

Membuat sebuah blogger adalah obsesi kecil dalam keseharian aku sejak tahun lalu. Awalnya sih pernah ya dibikinin temen dari Solo…tapi ga jelas banget …so ga bias transfer ilmu via chating…(coz ngajarinnya via YM)…
Awal tahun 2006 mulai blajar sendiri..tapi mentok juga..coz bukankah akal kita terbatas..walaupun udah berkali-kali mengindra blog…tetep ga bias ngasilkan sebuah blog yg bias dibilang “eko …eh oke”…krn lum ada maklumat tsabiqoh tetang gimana ngedit blog….
Setelah menyisihkan sedikit waktu lama juga sih ya.. karena selain kerja..aku juga mesti jagain si kecil…gak professional banget kan…kerja ko bawa anak…tapi jangan salah ..dengan bawa anak aku bias kerja..dengan tenang…coz disela-sela kesibukanku kan juga banyak waktu luang..bisa ngajarin anakku apa aja deh semau dia….(fs dia ghina_ghy@yahoo.com) Gitu ya.. …hehehe
Alhamdulillah sekarang blog nya dah jadi ya…
Selamat membaca deh ya..postingan aku.